Perusahaan atau pabrik farmasi adalah industri yang sangat peka terhadap reaksi kimia karena proses produksinya menggunakan banyak zat-zat yang akan dibuat menjadi produk obat untuk dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu tingkat sanitasi fasilitas pabrik industri farmasi haruslah tinggi agar bahan-bahan dan juga alat yang digunakan tidak mudah terkontaminasi oleh bahan-bahan yang bisa merusak kualitas produk. Dalam industri farmasi, terdapat aturan tertulis yan mengatur mengenai sanitasi pada fasilitas pabrik yaitu CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) 2012 bab 5 yang membahas mengenai Sanitasi dan Higiene. Salah satu metode sanitasi yang dianjurkan adalah dengan melakukan fogging, disebut juga dengan nama fumigasi, dekontaminasi desinfeksi, atau disebut juga dengan nama  sterilisasi.

Masing-masing pabrik farmasi harus punya prosedur standar untuk melakukan sterilisasi  yang meliputi tata cara, periode pembersihan, alat dan bahan yang digunakan untuk sterilisasi, dan sebagainya. Sterilisasi biasanya dilakukan setiap akhir periode produksi dan juga sterilisasi tahunan tergantung dari banyaknya mikroorganisme yang muncul pada pabrik tersebut. Cairan yang umumnya digunakan untuk sterilisasi adalah hidrogen peroksida (H2O2) dalam bentuk aerosol.

 

Fungsi Hidrogen Peroksida untuk Sterilisasi dalam Industri Farmasi

Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia yang ditemukan di alam dalam bentuk cair dan fungsi utamanya adalah sebagai oksidator. Senyawa kimia ini lebih banyak digunakan sebagai bahan untuk sterilisasi dalam industri farmasi karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu yang menempel pada ruangan maupun yang ada di udara bebas. Senyawa kimia ini digunakan untuk memusnahkan bakteria vegetatif, spora, jamur, dan juga virus hingga tingkat 6-log yang merupakan tingkat standar sterilisasi pada industri farmasi.

 

Mengapa penting untuk melakukan proses sterilisasi dalam industri farmasi?
Berikut alasannya.

  1. Mengurangi resiko penyebaran infeksi yang disebabkan oleh kontaminasi mikroorganisme pada bahan dan juga alat yang digunakan pada proses produksi industri.
  2. Mencegah terjadinya penyebaran infeksi antar ruang di dalam pabrik misalnya antara ruang manufaktur dan juga cleanroom.
  3. Cara yang efektif untuk memerangi penyebaran bakteri pathogen.
  4. Untuk mempertahankan tingkat sanitasi fasilitas yang sesuai dengan standar agar pabrik tetap punya ijin untuk beroperasi.

 

Seperti telah disebutkan sebelumnya, proses sterilisasi dengan menggunakan hidrogen peroksida dalam bentuk aerosol. Cairan ini dimasukkan ke dalam alat penyemprot atau alat fogging dengan teknologi khusus kemudian alat akan menyemprotkan hidrogen peroksida menjadi partikel-partikel yang sangat kecil sehingga tidak menimbulkan embun pada permukaan ruangan, bisa menjangkau area yang posisinya lebih sulit dijangkau, dan bisa lebih cepat terurai di udara. Setelah proses sterilisasi selesai, ditunggu beberapa menit kemudian diukur jumlah mikroorganisme yang tersisa, baru udaranya dibersihkan dengan menggunakan air purifier khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *