Pandemi Covid-19 ini memang selama beberapa bulan terakhir telah mengubah pola hidup masyarakat tidak hanya Indonesia, tetapi juga dunia. Untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19, masyarakat pun dihimbau untuk tidak keluar rumah.

Hal ini membuat perubahan di beberapa sektor mulai dari pariwisata, transportasi online hingga usaha-usaha lainnya. Tidak bisa selamanya menjalankan hal ini, untuk menjamin keseimbangan perekonomian, sejumlah negara akhirnya melonggarkan kebijakan terkait mobilitas masyarakatnya.

Dan pola hidup baru atau New Normal akan dicoba. Lalu apa sih New Normal itu?

Wiku Adisasmita selaku Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Pemerintah juga mengatakan New Normal adalah hidup bersih dan sehat, bukan pelonggaran PSBB.

Seperti kutipan artikel berita di atas (detiknews) dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek kehidupan suka tidak suka, mau tidak mau akan kembali berlangsung kembali seperti biasa tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan. Apa saja protokol kesehatan itu, menjaga jarak fisik, memakai masker, cuci tangan, bahkan ada di tempat-tempat tertentu yang mewajibkan menggunakan face shield, dan menjaga lingkungan selalu bersih dan steril atau aman dari microorganisme.

Bagaimana dengan Rumah Sakit (RS), Klinik atau Pusat Kesehatan lainnya?? Ada atau tidaknya Pandemi Covid-19 ini saja fasilitas kesehatan tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai tempat terjadinya yang disebut dengan Infeksi Nasokomial, baik itu di ruang-ruang kritis seperti OK, Isolasi, ICU bahkan Ruangan Jenazah dan Ambulance sekalipun, maupun di Ruangan Rawat Inap Dan Rawat Jalan yang frekuensi pengunjungnya sangat tinggi. Ditambah dengan pandemi covid-19 yang sedang mewabah ini menjadikan fasilitas kesehatan mendapat image yang lebih untuk menularkan virus corona jenis baru ini di mata masyarakat umum, sehingga untuk datang dan memeriksakan diri saja menjadi merasa takut.

Berkaitan dengan hal itu, maka alangkah baiknya jika kita dapat melakukan TINDAKAN ATAU STRATEGI dalam menghadapi ini. Tidak hanya kualitas dan manfaatnya yang didapatkan tetapi dapat mengembalikan atau meningkatkan kepercayaan calon klien untuk datang ke RS, Klinik atau fasilitas kesehatan lainnya. Salah satu strateginya adalah dengan melakukan sterilisasi dengan metode Drymist dengan BASKUMA DRYMIST dan KLEENOXIDE H2O2 35%  di lingkungan RS khususnya OK, ICU, Isolasi, Rawat Inap, Rawat Jalan, bahkan Ambulance dan Ruang Jenazah dengan cara yang benar dan terjamin sesuai dengan aturan seharusnya.

BASKUMA DRYMIST SYSTEM dan KLEENOXIDE H2O2 35% merupakan produk “Karya Anak Bangsa” dari PT Galih Cipta Wisesa yang memang dikenal sejak lama merupakan spesialis di bidang dekontaminasi ruangan dan dipercaya baik di industri farmasi, makanan dan minuman yang dikenal sangat ketat dalam sterilisasi ruangannya. Jadi tidak ada alasan bagi industri Rumah Sakit meragukan kualitasnya lagi, bahkan dapat diuji atau divalidasi tingkat keberhasilannya.

Ada atau Tidak ada Pandemi Virus Corona, Baskuma Drymist dan Kleenoxide H2O2 dari PT Galih Cipta Wisesa tetap dibutuhkan karena merupakan standart yang harus dipenuhi oleh pelayanan Kesehatan khususnya Rumah Sakit. Ini tertuang pada Permenkes R.I No. 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan Pengendalian Infeksi di Pelayanan Kesehatan dan Permenkes RI. No. 7 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Penulis: Agustinus Awiro

#coronavirus #covid19 #pandemi #newnormal #galihciptawisesa #baskumadrymist #kleenoxideH2O2 #savetenagakesehatan #akucintaprodukindonesia #karyaanakbangsa #PermenkesRI #KemenkesRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *