Dry fogging dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang bisa mengubah zat cairan kimia menjadi butiran-butiran gas yang memenuhi ruangan tertentu ini dilakukan untuk membunuh mikroba yang bisa mengkontaminasi bahan material, alat-alat produksi, dan juga hasil produksi pada sebuah industri pabrik. Masalahnya adalah tidak semua pengelola sanitasi industri dan pabrik tahu metode fogging yang benar mulai dari pemilihan alat fogging hingga memilih bahan kimia yang digunakan untuk fumigasi. Berikut adalah 5 anggapan yang kurang tepat mengenai fumigasi.

Memilih mesin fogging sembarangan

Yang mesti Anda perhatikan ketika memilih mesin dry fogging untuk clean room Anda adalah ukuran partikel dari semprotan gas yang dihasilkan. Ukuran partikel ini menentukan seberapa efektifnya mesin tersebut bisa menjangkau ke tempat-tempat yang sulit dijangkau. Partikel gas yang kecil juga tidak akan menimbulkan banyak kondensasi pada permukaan yang bisa menyebabkan korosi dan juga menyebabkan permukaan yang basah.

Instalasi mesin fogging membutuhkan biaya yang besar

Membuat clean room untuk sanitasi bisa dilakukan dengan budget yang tidak besar. Dengan membeli alat dry fogging yang tepat, Anda bisa menghemat lebih banyak biaya karena alat yang bagus akan bekerja dengan efektif, bisa menjangkau ke sela-sela yang sempit dengan partikel gas yang lebih kecil, mudah digunakan, dan tidak cepat rusak dan diganti. Pilih mesin dry fogging yang cukup fleksibel untuk diinstal dalam kondisi ruangan apapun mudah diatur untuk menyesuaikan dimensi ruangan. Anda bisa memilih fogger yang tidak terhubung dengan listrik, terbuat dari bahan anti karat dan ringan.

Gas yang dihasilkan beracun

Ketika dilakukan fogging memang disarankan untuk menutupi semua bahan material yang bisa tercemar karena terpapar bahan kimia yang digunakan untuk fogging. Tetapi jika zat kimia yang digunakan lebih aman dan menggunakan mesin yang bisa memecah partikel menjadi ukuran yang lebih kecil, bahan kimia yang disemprotkan akan segera menjadi gas dan terurai di udara sebelum membasahi permukaan dan menimbulkan kontaminasi. Untuk cairan desinfektan, sebaiknya gunakan hydrogen peroxide yang sudah teruji aman dan efektif untuk sterilisasi pada industri apapun termasuk makanan dan minuman.

Mencemari lingkungan dengan sisa limbah

Menggunakan cairan hydrogen peroxide tidak menimbulkan pencemaran lingkungan karena bahan kimia ini bisa larut di dalam air. Ruangan yang dilakukan fumigasi pun akan bebas dari residu-residu udara sisa gas fogging setelah dilakukan proses pembersihan udara yang cukup. Untuk mengurangi resiko pembuangan limbah beracun, pilih set dry fogging yang memiliki standar farmasi untuk semua penggunakan materialnya.

Memerlukan waktu yang banyak untuk fumigasi

Menggunakan sistem yang masih konvensional untuk fumigasi, rata-rata membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 hari mulai dari persiapan hingga pembersihan udara. Waktu sebanyak itu juga akan menambah biaya dan tenaga sehingga fumigasi jadi proses yang mahal. Dengan menggunakan alat fogging yang modern Anda bisa menghemat waktu hingga 95% dengan rata-rata membutuhkan waktu hanya sekitar 3 jam saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *