Fumigasi dalam Industri Farmasi

Higienitas merupakan elemen yang penting dalam industri farmasi. Terlebih untuk area produksi yang memang berhubungan langsung dengan produk. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk menjaga higienitas dalam industri farmasi adalah fumigasi. Apa itu fumigasi dan mengapa prosedur ini penting dalam industri farmasi? Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Mengenal fumigasi

Fumigasi merupakan sebuah prosedur untuk memusnahkan bakteri serta kuman dengan metode pengasapan (biasanya menggunakan gas fumigan). Selain digunakan dalam industri farmasi, fumigasi juga bisa ditemukan pada sektor pertanian. Petani menggunakan metode fumigasi untuk mengusir tikus, wereng, serta hama yang bisa membahayakan tanaman pertanian mereka.

Pada umumnya fumigasi pada industri farmasi (dan fasilitas kesehatan) dilakukan secara periodik, misalnya setiap bulan atau setiap akhir tahun untuk fumigasi menyeluruh. Tujuannya adalah untuk menjaga area produksi dari paparan kuman dan bakteri yang bisa mempengaruhi kualitas produk farmasi.

 

Prosedur fumigasi dalam indutri farmasi

Untuk menjaga higienitas sebuah area memang tidak hanya melalui prosedur fumigasi, ada juga prosedur sanitasi. Namun fumigasi menargetkan pada bakteri serta mikroba yang umumnya tidak tampak dengan mata telanjang. Biasanya untuk kebutuhan industri farmasi dilakukan dalam area pembuatan obat kelas A, B, C, dan D (tempat pembuatan obat steril).

Prosedur fumigasi hanya bisa dilakukan oleh petugas fumigasi yang telah terlatih. Sebelum dilakukan prosedur fumigasi, produk dan bahan yang ada di area yang akan dibersihkan harus dipindahkan dahulu. Untuk peralatan yang tidak dapat dipindahkan harus dilindungi dengan plastik polietilena. Tujuannya adalah untuk melindungi dari paparan gas fumigan.

Pada umumnya gas fumigan yang digunakan berbahan dasar hidrogen peroksida yang telah disaring dengan nano filter (bisa ditemukan dengan merk dagang Gramicide atau Klercide). Gas fumigan ini tidak bisa digunakan sembarangan karena bisa berbahaya untuk kulit dan pernafasan. Untuk itu, seluruh prosedur fumigasi pun harus dilakukan oleh petugas terlatih.

Setelah pengasapan selesai, AHU (Air Handling Unit) atau HVAC (Heating, Ventilating, and Air Conditioning) harus dinyalakan untuk menghilangkan asap. Petugas juga harus mengecek sisa cairan pembersih untuk mengetahui sisa residu. Sisa residu tidak boleh melebih batas karena berpotensi membahayakan kesehatan.

 

Pentingnya fumigasi dalam industri farmasi

Dalam industri farmasi, fumigasi sangat penting. Selain untuk menjaga higienitas area pembuatan obat, fumigasi juga bisa membantu memantau perkembangan mikroba. Biasanya setelah melakukan prosedur, petugas fumigasi akan menunjukkan hasil dari alat indikator penunjuk jumlah mikroba.

Alat tersebut mampu memperlihatkan berapa banyak jumlah mikroba yang mati setelah prosedur fumigasi. Dengan demikian Anda bisa mengetahui seberapa banyak mikroba yang ada pada area pembuatan obat. Melakukan fumigasi secara rutin juga bisa membantu Anda mengetahui pertumbuhan mikroba. Apabila jumlahnya memang sudah membahayakan maka bisa langsung mengambil tindakan.

Di samping itu, prosedur fumigasi pun tidak akan merusak permukaan alat produksi obat. Ini karena fumigasi tidak meninggalkan residu berupa uap air atau air. Terlebih jika Anda memilih prosedur fumigasi dry fog yang menggunakan metode pengasapan kering.

Industri farmasi merupakan salah satu industri yang harus menjaga higienitas dalam sepanjang proses produksinya. Tanpa adanya hiegenitas dalam industri farmasi maka obat atau produk yang dihasilkan akan menurun kualitasnya. Prosedur fumigasi adalah prosedur yang bisa ditempuh untuk menjaga higienitas pada industri farmasi, terutama pada area kelas A, B, C, dan D yang menjadi tempat produksi obat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *