Memilih bahan disinfektan untuk sanitasi memang menjadi suatu bahan pemikiran tersendiri mengingat banyaknya pilihan bahan Kimia sanitan yang memiliki cara kerja dan target berbeda beda. Ada bahan yang sifatnya membunuh bakteri (bakterisidal) ada yang membunuh spora (sporosidal) dan membunuh kapang jamur (fungisida). Pertimbangan lain aspek kemananan penggunaan serta lingkungan sebaiknya menjadi bahan pertimbangan sebelum menggunakannya. Bahan sanitan yang umum digunakan adalah alkohol 70%. Alkohol dapat membuhun bakteri dalam fase vegetative, namun tidak membunuh spora. Kesalahan persepsi bahwa alhohol membunuh kuman dapat menyesatkan jika dianggap dapat membunuh semua kuman, mengingat alhokol tidak membunuh spora.

Pengertian dan Fungsi Disinfektan

Desinfektan bisa dalam bentuk bahan tunggal maupun merupakan campuran dari beberapa bahan kimia yang mempunyai aktivitas membunuh mikroorganisme (dipakai untuk mencegah terjadinya infeksi virus, bakteri, dan kuman).

Disinfektan dipakai untuk melengkapi kegiatan sanitasi sebagai upaya untuk pencegahan penyakit. Masyarkat sudah dihimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, tetapi tetap saja kuman penyakit bertebaran dan berkembang di sekitar kita baik yang ditularkan melalui udara atau melalui kontak langsung.

Bahan-Bahan pada Disinfektan

Banyak pilihan bahan disinfektan untuk sanitasi yang umumnya sudah diformulasikan dan melalui proses tertentu. Kita perlu mengenali kandungan serta kadar disinfektan yang umumnya dijelaskan di MSDS (material data safety), supaya dalam menggunakannya aman untuk baik utk diri sendiri, orang lain maupun lingkungan namun maksimal dalam membunuh target microbialnya.

Meskipun tujuannya membunuh bakteri dan mikroorganisme meruginkan, namun kita tidak bisa mengandalkan satu jenis desinfektan bekerja untuk semua target. Kalaupun ada bahan ini akan sangat agresif dan memerlukan keahlian khusus dalam penggunaannya. Tingkat efektivitas disinfektan sendiri dipengaruhi banyak faktor, antara lain suhu, kestabilan terhadap paparan sinar matahari, pH, dan kebersihan permukaan yang didesinfeksi.

Berikut ini adalah beberapa bahan yang digunakan untuk disinfektan:

  1. Alkohol

Alkohol yang juga dipakai dalam disinfektan dengan konsentrasi sebesar 70 persen. Golongan atau jenis yang dipakai biasanya adalah etanol dan isopropanol (IPA).

  1. Aldehida

Aldehida merupakan zat kimia yang punya sifat deisinfeksi spectrum luas bakteri, spora dan jamur. Pada pembuatan disinfektan untuk sanitasi ada dua jenis aldehida yang dipakai yaitu formaldehida sebanyak 3 sampai 5 persen. Kemudian gluteraldehida dengan konsentrasi sebanyak 2 persen yang nantinya dilarutkan dalam air. Formaldehide (formalin) adalah bahan yang sangat agresif dan saat ini mulai ditinggalkan dalam penggunaannya mengingat efek karsinogenik. Banyak Negara sudah melarang penggunaannya.

  1. Asam Perasetat (PAA)

Bahan ini mematikan mikroba dengan merusak fungsi protein hingga DNA. Dengan konsentrasi 0,2 persen bahan bisa menimbulkan reaksi iritasi jika terpapar ke kulit manusia. Sifat PH kerja yang asam juga mengakibatkan korosif untuk bahan yang tidak tahan.

  1. Chlorhexidine

Zat yang satu ini mampu merusak membrane dalam mikroorganisme sehingga bisa mati dan tidak dapat berkembang biak. Bahan ini bersifat asam dan korosif.

  1. Fenol

Fenol sendiri juga berfungsi sebagai pembunuh bakteri. Ada beberapa jenis atau golongan fenol dalam disinfektan, seperti chlorocresol, chloro-xylenol and terpinol. Dalam penggunaannya juga tidak terlalu banyak yaitu konsentrasinya hanya 1,0 sampai 2,5 persen saja.

  1. Hidrogen Peroksida

Hydrogen peroksida adalah bahan oksidator yang dapat merusak struktur spora. Konsentrasi yang dibutuhkan dalam membuat disinfektan untuk sanitasi adalah 3 sampai 7 persen. Jika digunakan secara tepat bahan ini aman dan minim risiko. Umum digunakan untuk disinfeksi peralatan dan ruangan baik dengan cara pengelapan, perendaman, diuapkan atau dibuat kabut (mist).

Itulah beberapa bahan kimia yang sering digunakan sebagai bahan disinfektan untuk sanitasi. Memilih disinfektan yang tepat akan membantu mencegah penyakit infeksi serta menghindarkan efek samping yang ditimbulkan oleh bahan disinfektan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *