Dalam sebuah industri, standard cleanroom merupakan hal paling vital yang harus diperhatikan. Terlebih industri makanan, farmasi, hingga rumah sakit, di mana kontaminasi kuman, bahan kimia, mikrobiologi, dan bakteri sangat rentan terjadi. Dengan adanya penerapan standard celanroom ini segala hal buruk akibat adanya kontaminasi dapat dihindari di lingkungan industri tersebut. Berikut ini bagian-bagian yang termasuk dalam penerapan standard cleanroom:

1. Tempat dan Desain Bangunan
Untuk mencegah terjadinya kontaminasi di berbagai industri, seperti industri pangan, farmasi, bahkan rumah sakit, maka bangunan tempat berlangsungnya industri harus didesain sedemikian rupa. Dinding, langit-langit, dan lantai dibuat sehalus mungkin, rapat, dan tidak ada retakan yang akan memberi akses bagi kontaminan untuk masuk. Pada umumnya, pertemuan sambungan dinding dan lantai maupun langit-langit dibuat melengkung agar lebih mudah dibersihkan. Begitu juga dengan aplikasi ventilasi dan titik-titik pencahayaan. Penerangan benar-benar dirancang agar semua area dapat terlihat dengan jelas. Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah larangan masuknya orang yang tidak berkepentingan ke dalam ruangan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi peluang masuknya kontaminan ke dalam ruangan.

2. Peralatan
Tidak hanya desain bangunan, peralatan yang digunakan juga harus memenuhi standar tertentu. Untuk setiap industri mempunyai aturan tersendiri, yang pastinya bertujuan untuk menjaga kesterilan lingkungan dan produk. Pada umumnya, peralatan yang digunakan mempunyai permukaan yang halus. Dengan begitu, akan lebih mudah dibersihkan dan disterilkan setelah digunakan. Bahan dari stainless steel atau inert menjadi bahan favorit yang sering digunakan. Peralatan kebersihan biasa yang mempunyai bulu, sikat, dan kuas, di mana alat ini mudah melepaskan kotoran, sangat tidak dianjurkan untuk digunakan. Gunakan;ah peralatan kebersihan yang memang didesain untuk digunakan di area cleanroom. Pembersihan semua peralatan ini pun juga harus sesuai dengan aturan, seperti menggunakan vacuum cleaner. Pada saat dibersihkan, pastikan operasi produksi tidak sedang berlangsung karena akan mempengaruhi kebersihan produk itu sendiri.

3. Kesehatan dan Kebersihan Badan, Pakaian, maupun Sepatu Personel
Selain benda-benda, para personel industri pun tak luput dari standard cleanroom. Pastikan setiap personel yang terlibat di dalam proses industri tidak menderita suatu penyakit, terlebih penyakit menular. Pakaian serta sepatu khusus juga harus dikenakan pada saat sedang melaksanakan proses industri. Tidak hanya itu, penggunaan masker, penutup kepala serta sarung tangan menjadi sebuah kewajiban yang harus diterapkan. Semua hal tersebut untuk menghindarkan kontak langsung antara bagian tubuh personel dengan bahan-bahan baku yang sedang diproduksi.

4. Proses Produksi
Pastikan bahwa setiap tahapan dalam proses produksi juga terhindar dari masuknya kontaminan, seperti persiapan bahan baku, pengolahan bahan baku, penimbangan produk, hingga pengemasannya. Semua proses tersebut harus benar-benar dikendalikan kebersihannya.

Keempat hal di atas, perlu didukung dengan monitoring dan evaluasi berkala. Jika ada perubahan selalu dilakukan pembuktian terhadap hasilnya. Dengan begitu, standard cleanroom tetap selalu bisa terjaga. Jikalau pun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa sesegera mungkin terdeteksi dan diantisipasi.

Pastikan secara berkala Anda menjadwalkan fumigasi guna menjaga fasilitas cleanroom tetap steril, sehingga tidak mempengaruhi proses produksi maupun mengkontaminasi produk. Fumigasi dengan tehnik dry fog merupakan opsi yang efektif bagi fasilitas cleanroom Anda. Untuk jasa maupun mesin dry fogger, Anda dapat menghubungi Baskuma Pro di (021) 7588 0191

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *