Dua tahun belakangan ini masyarakat Indonesia dipaksa akrab dengan melakukan kegiatan apapun dari rumah. Mulai dari bekerja dari rumah (Work From Home), sekolah / belajar dari rumah (Study From Home), dan banyak kegiatan lainnya. Termasuk juga Ibadah online dari rumah.

Seiring berjalannya waktu,  jumlah kasus aktif penderita Covid-19 pun mulai menurun, PPKM kini sudah mulai menurun levelnya. Bila sebelumnya pada PPKM level 3, Kegiatan peribadatan berjamaah hanya bisa dilakukan dengan maksimal jemaah 50% dari kapasitas dan paling banyak 20 orang jemaah, kini pada PPKM level 2 kegiatan peribadatan berjemaah bisa dilakukan dengan maksimal 75% dan paling banyak 75 jemaah. Tempat ibadah yang dimaksud meliputi Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah.

Walaupun tingkat Covid-19 sudah menurun, masyarakat harus tetap wajib ikut serta  dalam vaksinasi. Karena vaksinasi adalah salah satu syarat untuk bisa melaksanakan ibadah tatap muka, terlebih lagi sekarang sudah diadakan booster ke-2. Selain vaksinasi, adapun syarat untuk bisa memasuki area-area tertentu termasuk tempat ibadah yaitu dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Dan tentunya, jangan melupakan protokol kesehatan selama melakukan kegiatan ibadah tatap muka. Tetap memakai masker, jaga jarak agar tetap aman terhindar dari virus Covid-19, dan jangan lupa  membawa BASKUMA Hand Sanitizer karena sudah terbukti ampuh membunuh 99% kuman yang menempel di telapak tangan kita. So, tunggu apalagi?

 

Penulis : Enrico Immanuel, Alvin Janugraha (2022)

 

2 Replies to “KEMBALINYA IBADAH TATAP MUKA MESKI MASIH DENGAN PROTOKOL KESEHATAN YANG KETAT”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *