Hidrogen peroksida (H₂O₂) terdiri dari hidrogen dan oksigen, H₂O₂ memiliki sifat oksidatif yang kuat, membuatnya mampu menghancurkan berbagai mikroorganisme termasuk bakteri, kuman, dan virus.
Hidrogen peroksida bekerja melalui proses oksidasi. Saat kontak dengan mikroorganisme, H₂O₂ akan melepaskan atom oksigen yang sangat reaktif, yang akan merusak membran sel bakteri, kuman, dan virus, yang pada akhirnya menyebabkan kematian mikroorganisme tersebut. Proses ini juga mampu merusak komponen penting lainnya dalam sel seperti protein dan DNA, yang membuat H₂O₂ sangat efektif sebagai disinfektan.
H₂O₂ sangat efektif dalam membunuh bakteri gram-positif dan gram-negatif. Misalnya, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dua bakteri yang sering menyebabkan infeksi pada manusia, dapat dengan cepat dibunuh oleh larutan hidrogen peroksida dengan konsentrasi 3-6%.
Kuman patogen seperti Clostridium difficile, yang dikenal tahan terhadap banyak jenis disinfektan, juga dapat diatasi dengan H₂O₂. Namun, untuk membunuh spora bakteri yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan, biasanya diperlukan konsentrasi H₂O₂ yang lebih tinggi (sekitar 10-30%) atau dalam bentuk gas.
Hidrogen peroksida juga menunjukkan efektivitas yang tinggi terhadap virus yang dilapisi oleh lipid seperti Influenza dan Coronavirus (termasuk SARS-CoV-2, penyebab COVID-19). Virus-virus ini memiliki lapisan lipid yang rentan terhadap oksidasi, sehingga dapat dihancurkan oleh H₂O₂ dalam waktu singkat. Bahkan, H₂O₂ telah disarankan sebagai salah satu agen disinfektan untuk membersihkan permukaan yang mungkin terkontaminasi oleh SARS-CoV-2.
Hidrogen peroksida tidak meninggalkan residu berbahaya setelah digunakan. Setelah bereaksi, H₂O₂ akan terurai menjadi air (H₂O) dan oksigen (O₂), yang aman bagi lingkungan dan tidak beracun bagi manusia. H₂O₂ juga bersifat tidak korosif pada banyak jenis permukaan, sehingga aman digunakan pada berbagai peralatan medis dan permukaan rumah tangga.
Konsentrasi H₂O₂ harus sesuai dengan jenis mikroorganisme yang ingin dibasmi. Untuk penggunaan sehari-hari di rumah, larutan H₂O₂ dengan konsentrasi 3%. Lingkungan yang membutuhkan sterilisasi tingkat tinggi, seperti di rumah sakit atau laboratorium, digunakan konsentrasi yang lebih tinggi atau metode aplikasi khusus seperti vaporisasi H₂O₂.
Image:google
