Dilansir dari detik: Kasus TB di RI Tembus 1 Juta. Bahkan, banyak juga orang yang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi TB. Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, TB merupakan penyakit yang tidak langsung menimbulkan gejala setelah seseorang tertular. Sehingga banyak kasus yang terlambat terdeteksi. Bakteri TB bisa ‘diam’ di dalam tubuh selama berminggu-minggu, sebelum akhirnya berkembang menjadi penyakit.
“Ketularan hari ini, masa inkubasinya sekitar 8 sampai 10 minggu. Jadi kalau kita ketularan bulan April, sakitnya awal Juli,” ucapnya. Kondisi ini yang membuat banyak orang kerap tidak sadar sudah terpapar TB. Saat gejala belum muncul, seseorang bisa tetap beraktivitas seperti biasa tanpa mengetahui adanya infeksi. Selain itu, penularan TBC juga sering terjadi di lingkungan terdekat, terutama dalam satu rumah.
Lalu bagaimana cara mencegah penularannya? Karena TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui udara, terutama ketika penderita TBC batuk, bersin, atau bahkan berbicara maka disinfeksi ruangan, menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Untuk membunuh Mycobacterium tuberculosis, dibutuhkan disinfektan dengan efektivitas tinggi. Beberapa rekomendasi yang umum digunakan: Hydrogen peroxide dengan konsentrasi tertentu, Disinfektan berbasis klorin (seperti natrium hipoklorit 0.5%), UV-C light untuk sterilisasi udara dan permukaan, Fogging atau misting dengan disinfektan khusus yang telah teruji membunuh bakteri TBC.
Untuk informasi tentang jasa disinfeksi ruangan, sila menghubungi: www.galihciptawisesa.com atau wa.me/+6281289185572 dan wa.me/+6287773364881
