Disinfeksi adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menjaga sanitasi rumah sakit. Seperti yang Anda ketahui, rumah sakit merupakan fasilitas publik yang sangat memperhatikan sterilisasi, karena akan mempengaruhi kesehatan orang-orang yang beraktivitas di sana.
Secara singkat, disinfeksi merupakan langkah yang dilakukan untuk mencegah infeksi atau pencemaran pada lingkungan tertentu. Bahan yang digunakan adalah disinfektan seperti kreolin atau lisol. Setidaknya ada 4 kategori disinfeksi yang dipraktikan, antara lain:
1. Surfaces wiping
Jenis disinfeksi ini dilakukan dengan menuangkan cairan kimia disinfektan pada lap, lalu diusapkan pada permukaan barang atau perabot yang ditargetkan. Dalam program sanitasi rumah sakit, surfaces wiping diaplikasikan pada jendela, mesin, dinding, dan lain sebagainya. Petugas yang melakukannya pun akan memastikan setiap alat steril agar untuk mencegah kemungkinan infeksi.
2. Manual spray
Berbeda dari surfaces wiping, jenis disinfeksi ini akan mengabutkan cairan disinfektan (masih dalam bentuk cair, tetapi disemprotkan ke udara). Manual spray akan diaplikasikan pada permukaan ruangan sesuai volumenya. Kegiatan ini agak sulit dikendalikan, karena residu yang dihasilkan dari disinfektan berpotensi menyebar ke ruangan lain yang tidak ditargetkan untuk manual spray.
3. Dry Mist
Dry Mist (fumigasi) yang diterapkan dalam sanitasi rumah sakit dan industri farmasi lainnya dibagi menjadi dua jenis, yakni heat process dan cold process. Kedua jenis pengasapan ini dibedakan berdasarkan metode menciptakan fase uap zat kimia. Teknik yang diterapkan bisa berupa pemanasan (zat dipanaskan sampai menguap). Selain itu, ada praktik fumigasi yang dilaksanakan memakai suhu kamar dengan menerapkan tekanan terhadap campuran zat kimia dengan udara dan mengontrolnya memakai kelembapan ruangan.
4. Water system disinfection
Seperti namanya, teknik ini mengandalkan jaringan distribusi air pada proses disinfeksi. Pembilasan dengan kekuatan air diharapkan membantu pembersihan secara maksimal.
Kebiasaan sederhana dari sanitasi rumah sakit yang bisa ditiru
Tahap penjagaan sanitasi rumah sakit juga memberikan contoh berupa kebiasaan-kebiasaan baik yang dapat membantu Anda menjaga kebersihan, antara lain:
– Mencuci tangan. Setiap kali masuk dan keluar kamar, Anda biasanya diharuskan membersihkan tangan. Pasalnya, barang-barang yang Anda sentuh sehari-hari tak terlepas dari paparan kotoran bahkan dijadikan sarang kuman dan bakteri penyebab penyakit;
– Memakai alat milik sendiri. Upayakan untuk selalu menggunakan barang kepunyaan sendiri, karena memakai alat orang lain cenderung membahayakan kesehatan;
– Lepaskan alas kaki. Alas kaki—baik sandal atau sepatu—sebaiknya segera Anda lepaskan saat sampai di rumah untuk menghindari persebaran kuman;
– Rajin membersihkan rumah. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum menyesal gara-gara tertimpa penyakit berat, cegah dengan melakukan kegiatan sederhana seperti bersih-bersih rumah secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *