Pengendalian Lingkungan Rumah Sakit

Pengendalian lingkungan rumah sakit penting sekali untuk menghindari terjadinya HAIs. Apa itu HAIs? HAIs (Healthcare Associated Infections) adalah infeksi yang disebabkan oleh penularan yang berhubungan dengan fasilitas kesehatan.  Penularan penyakit dapat terjadi dari pasien ke pasien, pasien ke tenaga medis, tenaga medis ke pasien, pasien ke pengunjung, pengunjung ke pasien atau dari fasilitas rumahsakit ke pasien/tenaga medis/pengunjung, fasilitas rumah sakit ke lingkungan dan juga dari lingkungan ke fasilitas rumah sakit.

HAIs akan menjadi masalah kesehatan serius bilamana tidak kita kelola dengan baik. Faktor penyebabnya memang kompleks dan bisa berakibat menghambat pengobatan atau proses penyembuhan pasien, memperpanjang waktu rawat pasien, dan bisa menyebabkan kematian.  Karenanya bisa sangat merugikan pasien, pengunjung, petugas kesehatan demikian pula rumah sakitnya  karena menurunkan image rumah sakit itu sendiri.

Kewaspadaan Rumah Sakit untuk mengendalikan HAIs harus dilakukan dengan cara yang menyeluurh (holistic). Membangun budaya bersih, perilaku sanitasi diri (penggunaan disinfektan-Alkohol/IPA, cuci tangan) dan membatasi pengunjung di lingkunngan rumahsakit adalah salah satu contoh besarnya. Tidaklah cukup dengan budaya bersih, pengendalian infeksi juga memerlukan pengelolaan sanitasi fisik terhadap fasilitas rumah sakit, baik itu gedung rumah sakit, alat kesehatan, peralatan pendukung lainnya,  hingga utilitas lainnya. Area lingkungan fisik rumah sakit yang dikelola dan dirancang dengan baik adalah pilar utama untuk membangun pengendalian infeksi.

Dalam praktik pengendalian HAIs, bahan-bahan  disinfektan akan digunakan untuk tujuan menurunkan dan atau membunuh kuman.  Daftar bahan aktif disinfektan yang aman digunakan sudah tercantum didalam dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia atau badan internasional seperti WHO.

Pengendalian Resiko Bahaya Bahan Kimia Rumah Sakit

Salah satu upaya pengendalian lingkungan rumah sakit adalah dengan mencegah resiko bahaya bahan-bahan kimia. Adapun resiko bahan kimia terkait kegiatan di lingkungan rumah sakit, antara lain :

  1. Desinfektan, adalah bahan-bahan untuk menurunkan atau membunuh kuman baik untuk peralatan di dalam rumah sakit, ruangan, permukaan (lantai,dinding, langit-langit), maupun prasarana yang lainnya.
  2. Antiseptik, adalah bahan-bahan untuk menurunkan angka kuman bagian permukaan kulit pada pasien. Bahan aktif yang umum dikenal adalah iodine povidone, alcohol-ipa, gel alkohol dan sebagainya.
  3. Detergen, ialah bahan-bahan untuk mencuci kain, linen, maupun peralatan lainnya.
  4. Obat-obatan antibiotic/non antibiotic dan bahan sitotoksik adalah bahan untuk mengobati pasien.
  5. Reagen, adalah bahan atau zat yang digunakan sebagai alat bantu diagnose misalnya untuk uji patologi anatomi dan pemeriksaan laboratorium klinik.
  6. Gas medis ialah gas yang digunakan untuk membantu pelaksanaan pengobatan maupun bahan untuk menunjang pengobatan pada pasien, meliputi karbon dioksida, oksigen, nitrogen, nitrit oxide, dan sebagainya.

Pengelolaan bahan-bahan kimia ini biasanya dilakukan unit K3-RS yang berkoordinasi bersama seluruh karyawan atau satuan kerja lingkungan rumah sakit. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya soal pengadaan bahan berbahaya, pengemasan ulang, pemanfaatan, pelabelan, serta pembuangan limbahnya.

Untuk pengadaan bahan-bahan berbahaya dan  beracun harus sesuai peraturan yang diberlakukan di negara Indonesia. Untuk penyedia bahan kimia sendiri wajib melampirkan lembar data MSDS (Material Safety Data Sheet) yang menjelaskan sifat bahan dan bagaimana mengelolanya mulai dari sifat bahan, cara penyimpanan, aspek keselamatan dalam menggunakan bahan, mengelola  penanganan tumbahan bahan, dan informasi penjelasan petugas pengelola harus mendapatkan pelatihan sebelum menggunakannya.

Dengan demikian pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit, selain mengendalikan target sumber infeksi juga perlu mengendalikan resiko akibat bahan kimia. Kepentingan untuk mengendalikan jumlah mikroba penyebab infeksi akan efektif jika menggunakan peralatan dan bahan disinfektan yang sudah divalidasi dan dapat dibuktikan kefektifannya saat digunakan menggunakan indikator biologis.  Karena itu, Baskuma menawarkan BasKumaTM Pro alat disinfeksi “airborne” yang dirancang secara khusus dan sudah divalidasi efektif untuk aktivitas sterilisasi ruangan baik di industri makanan minuman dan industri farmasi, serta fasilitas steril yang ada di rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *